Rabu, 28 Oktober 2009

Tari Rantak Kudo


Kerinci. Tari rentak kudo merupakan tari khas Kerinci, tari ini pertama kali dikenalkan oleh warga Siulak. Tarian ini menggambarkan semangat masyrakat Kerinci dalam sekror pertanian pada zaman dahulu.
Tari Rentak Kudo memiliki atraksi mistik yang memukau, karena para penari bisa berbuat aneh seperti, berjalan di atas beling kaca dan berdiri di atas bara api.
Tarian ini bisa kita lihat pada acara akbar di kerinci. Olyn

budaya kerinci, kok diam....?


Kerinci. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2009 merupakan tahun tak mempunyai seni di kerinci, karena pada tahun ini ajang-ajang yang memperkenalkan seni dan budaya kerinci tak dilaksanakan sama sekali, entah apa yg menyebabkan demikian .
Dimana peran dinas pariwisata ?
kita tak bisa menuduh dinas pariwisata yang salah,
kita cuma bisa berharap seni dan budaya kerinci akan selalu maju sampai seluruh dunia mengenali tentang semua yang ada di Kerinci

gempa sumatera tertera di al qur'an

Isu tentang kejadian gempa yang telah tertera di dalam Al-quran menjadi perdebatan hangat di masyarakat, bahkan banyak media yang memberitakan tentang keterkaitan gempa ini. Misalnya saja gempa di Padang, di mana gempa terjadi pada pukul 17.16 WIB. Jika membuka Surat 17 (Al Israa') ayat 16, disitu bertuliskan,

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya".

Selain itu, gempa susulan di Padang juga terjadi pada pukul 17.58 WIB. Jika dikaitkan dengan kitab suci Alquran, dalam surat 17 (Al Israa') ayat 58 pun dituliskan,

"Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz)".
Saat gempa bumi yang terjadi di Jambi pada 1 Oktober lalu, peristiwanya terjadi sekira pukul 08.52 WIB. Sedangkan di dalam Surat 8 (Al Anfaal) ayat 52 bertuliskan "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya".

Apapun kejadian yang menimpa kita, semuanya kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana kita menyikapinya, semoga saja dibalik peristiwa ini tersimpan hikmah untuk kita semua. (www.jambiglobal.com)